Profil Widji Thukul: Aktivis dan Penyair Orde Baru yang Hilang


Grow with Jaya - Pada postingan kali ini kami akan membahas mengenai seorang aktivis dan penyair yang berani menentang penindasan rezim orde baru. Siapakah itu? Anak sejarah pasti tau! Yups, benar banget dia adalah Wiji Thukul.

Biodata dan Profil

  • Nama Lengkap: Widji WIdodo
  • Nama Panggilan: Thukul
  • Nama Panggung:  Widji Thukul
  • Tempat, Tanggal Lahir: Sorogenen, Solo, 23 Agustus 1963
  • Status: Menghilang hingga sekarang
  • Kewarganegaraan: Indonesia
  • Agama: Islam
  • Nama Orang Tua: Tidak diketahui
  • Nama Pasangan: Siti Dyah Sujirah
  • Nama Anak: Fitri Nganthi Wani, Fajar Meraha
  • Pendidikan: Sekolah Menengah Karawitan Indonesia jurusan tari
  • Profesi: Sastrawan, aktivis
  • Hobi: Menulis, Membaca

Tentang Wiji Thukul

Widji Thukul atau Wiji Thukul memiliki nama asli Widji Widodo adalah seorang penyair dan aktivis HAM yang berkebangsaan indonesia yang ikut melawan penindasan pada zaman orde baru bersama dengan tokoh aktivis HAM lainnya.

Pada tanggal 23 Juli 1998, Thukul dilaporkan menghilang dan tidak diketahui keberadaannya, hingga sekarang. Banyak muncul spekulasi dan dugaan jika Thukul diculik oleh militer bersama dengan aktivis HAM lainnya.

Keluarga Wiji Thukul

Widji Widodo atau Widji Thukul yang akrab disapa dengan Thukul adalah seorang anak pertama dari tiga bersaudara yang lahir dari keluarga sederhana pada 26 Agustus 1963 di Solo, Jawa Tengah.

Thukul menikah dengan Siti Dyah Sujirah atau Sipon yang berprofesi sebagai buruh. Thukul dikaruniai satu anak perempuan yang diberi nama Fitri Nganthi Wani dan satu anak laki-laki yang diberi nama Fajar Merah. Namanya cukup unik ya grow?

Karya dan Prestasi

Thukul memiliki karya yang saat ini masih populer dan akan tetap abadi yaitu sajak dan puisi dengan judul Peringatan, Sajak Suara, serta Bunga dan Tembok. Ketiga sajak tersebut banyak digaungkan pada saat aksi-aksi massa.

Berikut karya Widji Thukul yang saat ini masih populer:

  • Dua kumpulan puisinya : Puisi Pelo (1984) dan Darman dan Lain-lain (1994)
  • Antologi puisinya Mencari Tanah Lapang (1994)
  • Puisi: Bunga dan Tembok
  • Puisi: Peringatan
  • Puisi: Kesaksian

Adapun prestasi atau penghargaan yang diraih oleh Widji Thukul antara lain:

  • Diundang membaca puisi di Kedubes Jerman di Jakarta oleh Goethe Institut. (1989)
  • Tampil ngamen puisi pada Pasar Malam Puisi (Erasmus Huis; Pusat Kebudayaan Belanda, Jakarta). (1991)
  • Memperoleh Wertheim Encourage Award yang diberikan Wertheim Stichting, Belanda, bersama WS Rendra. (1991)
  • Dianugerahi penghargaan "Yap Thiam Hien Award 2002"
  • Film dokumenter tentang Widji Thukul dibuat oleh Tinuk Yampolsky. (2002)

Korban Penculikan

Wiji Thukul bersama dengan belasan aktivis lainnya diketahui menjadi sasaran penculikkan oleh militer Kopassus Mawar setelah terjadi kerusuhan pada Mei 1998.

Thukul dinyatakan hilang pada 27 Juli 1998 dan masuk kedalam daftar orang hilang pada tahun 2022, hingga sekarang aktivis dan penyair ini belum ditemukan. ***

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Widji_Thukul

Next Post Previous Post