Kata-kata Widji Thukul Lengkap Tentang Perjuangan Penuh Makna

Grow with Jaya - Pada postingan sebelumnya kami sudah membahas mengenai profil dan biodata dari Widji Thukul.

Nah, pada postingan kali ini kami akan membagikan mengenai Kata-kata Widji Thukul Lengkap Tentang Perjuangan Populer Penuh Makna.

Tentang Widji Thukul

Widji Thukul adalah seorang penyair dan aktivis hak asasi manusia atau HAM pada masa orde baru.

Ia dikenal dengan karya-karyanya yang menentang rezim orde baru, ia menghilang dan diketahui menjadi korban penculikan oleh militer. 

Jika kamu belum profil dan biodata dari Widji Thukul kami sarankan untuk membaca ya terlebih dahulu di Profil Widji Thukul: Aktivis dan Penyair Orde Baru yang Hilang.

Kata-kata Widji Thukul

Berikut Kata-kata Widji Thukul tentang perjuangan yang masih abadi hingga sekarang.

Bila rakyat tidak berani mengeluh itu artinya sudah gawat, dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam. - Wiji Thukul

Apa guna punya ilmu tinggi kalau hanya untuk mengibuli, apa guna banyak baca buku kalau mulut kau bungkam melulu. - Wiji Thukul

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: lawan! - Wiji Thukul

Puisiku bukan puisi tapi kata-kata gelap yang berkeringat dan berdesakan mencari jalan. Ia tak mati-mati meski bola mataku diganti. - Wiji Thukul

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan, disana bersemayam kemerdekaan, apabila engkau memaksa diam, aku siapkan untukmu pemberontakan! - Wiji Thukul

Kamu calon konglomerat ya? kamu harus rajin belajar dan membaca, tapi jangan ditelan sendiri. berbagilah dengan teman-teman yang tak dapat pendidikan. - Wiji Thukul

Jika kau menghamba kepada ketakutan kita memperpanjang barisan perbudakan. - Wiji Thukul

Aku bukan artis pembuat berita tapi memang aku selalu kabar buruk buat para penguasa. - Wiji Thukul

Jangan mati sebelum dimampus takdir. - Wiji Thukul

Kami satu: buruh kami punya tenaga jika kami satu hati kami tahu mesin berhenti sebab kami adalah nyawa yang menggerakkannya. - Wiji Thukul

Kutundukkan kepalaku kepadamu kawan yang dijebloskanke penjara negara. - Wiji Thukul

Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu, ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan? - Wiji Thukul

Jika kami bunga engkau adalah tembok, tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji-biji suatu saat kami akan tumbuh bersamad dengan keyakinan. - Wiji Thukul

Kami adalah bunga yang takKau hendaki tumbuhEngkau lebih suka membangunRumah dan merampas tanah. - Wiji Thukul

Kau paksa aku terus menunduktapi keputusan tambah tegak. - Wiji Thukul

Penjara sekalipun tak bakal mampu mendidikku jadi patuh. - Wiji Thukul

Jika kau tak berani lagi bertanya kita akan jadi korban keputusan-keputusanjangan kau penjarakan ucapanmu. - Wiji Thukul

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan - Wiji Thukul

Kita tidak sendirian kita satu jalan tujuan kita satu ibu:pembebasan! - Wiji Thukul

Apa penguasa kira rakyat hidup di hari ini saja - Wiji Thukul

Sajakku adalah kebisuan yang sudah kuhancurkan sehingga aku bisa mengucapkan dan engkau mendengarkan, sajakku melawan kebisuan. - Wiji Thukul

Kau menindas sampai di luar batas. - Wiji Thukul

Mogoklah maka kau akan melihat dunia mereka jembatan ke dunia baru dunia baru ya dunia baru. - Wiji Thukul

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan dituduh subversif dan mengganggu keamanan maka hanya ada satu kata: lawan! - Wiji Thukul

Sesungguhnya suara itu akan menjadi kata ia yang mengajari aku untuk bertanya. - Wiji Thukul

Tidak tergantung kepada Departemen Tenaga KerjaSemakin hari semakin nyata nasib di tanganku. - Wiji Thukul

Jika aku menulis dilarang aku akan menulis dengan tetes darah! - Wiji Thukul

Kalau rakyat bersembunyi dan berbisik-bisik ketika membicarakan masalahnya sendiri penguasa harus waspada dan belajar mendengar. - Wiji Thukul

Sehari saja kawan, kalau kita yang berjuta-juta bersatu hati mogok maka kapas tetap terwujud kapas. - Wiji Thukul

Jika kau tak sanggup lagi bertanyakau akan ditenggelamkan keputusan-keputusan. - Wiji Thukul

Apabila engkau tetap bertahan aku akan memburumu seperti kutukan. - Wiji Thukul

Aku mengucap kepada hidup yang jelata M E R D E K A..!!! - Wiji Thukul

Apa penguasa kiraselamanya ia berkuasa tidak! Tuntutan kita akan lebih panjang umur ketimbang usia penguasa - Wiji Thukul

Ingatan rakyat serupa bangunan candi kekejaman penguasa setiap jaman terbaca di setiap sudut dan sisi yang menjulang tinggi - Wiji Thukul

Kau lempar aku dalam gelaphingga hidupku menjadi gelap. - Wiji Thukul

Dalam keyakinan kami di manapun – tirani harus tumbang! - Wiji Thukul

Aku menulis aku penulis terus menulis sekalipun teror mengepung. - Wiji Thukul

Kata-kata itu selalu menagih padaku ia selalu berkata :kau masih hidup! Aku memang masih utuh dan kata-kata belum binasa. - Wiji Thukul

Sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam. - Wiji Thukul

Umur derita rakyat panjangnya sepanjang umur peradaban - Wiji Thukul

Apa penguasa kira ingatan bisa dikubur dan dibendung dengan moncong tank - Wiji Thukul

Umur penguasa mana pernah melebihi tuanya umur batu akikyang dimuntahkan ledakan gunung berapi? - Wiji Thukul

Jika rakyat pergi ketika penguasa pidato kita harus hati-hati barangkali mereka putus asa - Wiji Thukul

Derita rakyat selalu lebih tua walau penguasa baru naik mengganti penguasa lama - Wiji Thukul

Bila rakyat tidak berani mengeluh itu artinya sudah gawat dan bila omongan penguasat idak boleh dibantah kebenaran pasti terancam - Wiji Thukul

Jika kau tahan kata-kata mu mulutmu tak bisa mengucapkan apa maumu. - Wiji Thukul

Kutundukkan kepalaku, bersama rakyatmu yang berkabung. - Wiji Thukul

Nah itulah Kata-kata Widji Thukul Lengkap Tentang Perjuangan Populer Penuh Makna yang bisa kami bagikan kepada kamu. Panjang umur ilmu pengetahuan, panjang umur perjuangan.

Grow with Jaya, berbagi manfaat dengan kalimat.

Sumber: Berbagai Sumber

Next Post Previous Post